Tutorial, Review, Tips&Trik

Toko Kelontong Murah selalu diburu Pembeli,Ini Dia Rahasianya

Sudah Lazim jika ada sebuah toko kelontong yang murah akan selalu diburu pembeli bahkan yang lokasinya jauh sekalipun juga ikut berbondong-bondong untuk mencoba berbelanja.Memang harga yang murah bisa menjadi salah satu daya tarik bagi pembeli apalagi akhir-akhir ini  kenaikan BBM kerap kali terjadi hingga menyebabkan harga barang ikut naik apalagi sembako.Namun untuk bisa mendapat predikat toko kelontong murah tidak bisa diraih dalam waktu yang singkat harus melalui proses dan penilaian murah atau tidaknya sebuah toko kelontong tergantung dari penilaian pembeli jika mereka sudah memberi predikat toko kelontong murah maka akan sangat membantu meraih kesuksesan.
Mengingat arti pentingnya predikat toko kelontong murah maka hal pertama yang harus anda lakukan pertama kali ketika membuka usaha toko kelontong yaitu berusaha agar toko anda mendapat predikat toko kelontong murah.Jika anda salah langkah sehingga menyebabkan toko anda dicap sebagai toko mahal menurut saya sebuah kerugian karena akan menyebabkan toko kelontong anda sulit untuk berkembang.Menjaring pembeli dengan menawarkan harga yang murah bukanlah cara yang baru tapi sudah lama ada bahkan umum juga dilakukan oleh Supermarket-supermarket besar anda sering mendengar bukan promosi banting harga dari sebuah hypermarket yang sering muncul di televisi?Anda juga bisa melakukan hal yang sama namun muncul pertanyaan bagaimana caranya agar toko kelontong saya bisa menjual barang dengan harga yang murah?Untuk mengetahui jawabannya silahkan baca dengan seksama langkah-langkah berikut ini berdasarkan pengalaman pribadi.

Toko Kelontong

1.Menerapkan harga yang murah pada sembako.Tidak bisa dipungkiri harga sembako yang murah merupakan senjata yang ampuh untuk mendatangkan pembeli oleh karena itu terapkan harga yang semurah mungkin pada sembako bahkan ada istilah dikalangan pebisnis toko kelontong yaitu jual modal untuk menggambarkan bahwa keuntungan yang diambil prosentasenya tidak banyak.Berarti untungnya sedikit dong?Memang benar untung per satuannya kecil namun perlu dicatat kalau jumlahnya banyak maka untungnya juga banyak misalnya beras per liternya hanya untung Rp. 500 tapi kalau sehari bisa menjual 1 karung sama saja untungnya Rp.500x 60 liter=Rp.30.000 bagaimana kalau bisa menjual lebih dari satu karung?Lumayan besar bukan?Lalu bagaimana cara mengambil besarnya keuntungan berdasarkan prosentase dari harga modal atau bagaimana?menurut saya lebih baik menggunakan cara ambil untung per satuan tanpa memperhatikan harga modal misalnya keuntungan beras Rp. 500/liter meskipun harga modalnya naik anda tetap mengambil untung Rp.500/liter.Anda bisa menerapkan cara ini untuk beberapa jenis sembako seperti beras,gula pasir,minyak curah,gas elpiji.

2.Menerapkan harga yang murah pada barang yang paling laku.Tidak semua barang yang dijual ditoko kelontong tiap hari dicari pembeli hanya beberapa saja yang selalu dicari pembeli tiap hari selain sembako misalnya air kemasan galon,perlengkapan MCK,Mie instan,Kopi instan,minuman kemasan dan lain-lain.Kondisi tiap lokasi mungkin berbeda-beda terkadang disatu lokasi barang ini laris manis namun dilokasi lain justru kurang laku oleh karena itu anda harus bisa memperkirakan barang barang mana yang menjadi kebutuhan sehari-hari.misalnya toko anda dekat sekolah mungkin barang yang sering dicari alat tulis atau jajanan.Jangan sampai anda menerapkan cara yang terbalik barang yang laku anda jual mahal namun barang yang kurang laku anda jual murah.Untuk cara yang kedua ini anda bisa menerpakan keuntungan berdasarkan prosentase sebaiknya tidak lebih dari 10% kecuali jika barang tersebut memerlukan perlakuan khusus misalnya harus menggunakan mesin pendingin anda bisa mematok 20-25%.
3.Menerapkan harga grosir.Untuk menarik minat pembeli terapkan harga khusus jika ada yang membeli dalam partai besar.Jika anda menerapkan cara membeli 10 biji harganya sama dengan beli 1 biji maksudnya misalnya beli kopi sachet 1 biji Rp.1000 beli 10 pcs harganya Rp.10.000 tentu orang akan enggan membeli banyak oleh karena itu anda bisa menerapkan harga grosir seperti yang dipakai oleh agen/toko grosir misalnya harga kopi sachet Rp.1000/pcs tapi kalau membeli 10 pcs/1 Renceng cukup dengan harga Rp.9000.Keuntungan jika pelanggan lebih banyak yang membeli secara partai adalah perputaran barangnya semakin cepat sehingga keuntungan juga lebih cepat diperoleh.
Bagaimana anda tertarik untuk mencoba tips supaya toko kelontong anda mendapat predikat toko kelontong yang murah? Namun sebelumnya saya mengingatkan bahwa tips tersebut tidak menjamin keberhasilan karena sangat tergantung kepada pihak lain yang bisa jadi menerapkan cara yang sama.Selamat mencoba!

10 comments:

  1. bisa diambil nih tipsnya, biar klo punya toko kelontong jadi buruan pembeli, sukon mas, salam kenal ya

    ReplyDelete
  2. yang paling laku, dijual sedikit lebih murah, tips yang mantap sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. murah meriah dan cepat habis akan sangat menguntungkan juga ya mas.

      Delete
  3. Harus mengambil untung sedikit dan selalu jujur terhadap konsumen, bisa membuat tokonya makin laris ya mas..

    ReplyDelete
  4. wah mantap nih, kalo dagang udah banyak pelanggan tentunya lebih enak ya mas.tapi utk awal pasti ngalamin dulu masa sulitnya..

    ReplyDelete
  5. intinya harus pandai-pandai megatur masalah harga ya mas,, :)

    ReplyDelete
  6. menerapkan harga grosir kayaknya paling tepat dan itu bisa membuat barang cepat habis walau keuntungan sedikit. tapi kalau cepat laku akan tetap ada untungnya juga. walau sedirkit lama-kelamaan akan menjadi bukit juga gan ya.

    ReplyDelete
  7. Eh ternyata toko sembako bisa dionlinekan juga ya...

    ReplyDelete
  8. penentuan harga memang hal yang harus diutamakan jika toko pengen banyak pembeli.hehe kalau dengar kata MURAH sudah pasti menjadi buruan konsumen :D

    ReplyDelete

Dilarang nyepam ! Apalagi menyelipkan URL (Hidup/Mati) atau promosi dikolom komentar !

Followers

Total Pageviews

Copyright © Media Kompilasi. All rights reserved. Template by CB