Wednesday, February 24, 2016

Jika Sawah Sudah Berubah Menjadi Perumahan

author photo
Saya ini orangnya paling suka suasana pedesaan bisa lihat sawah,tanaman sayur mayur atau petani yang lagi mencangkul disawah.Hal itu terbawa sampai ketempat saya tinggal sekarang yaitu di Tambun Bekasi.Tak heran saya sering mengajak kelurga jalan-jalan kearea pesawahan menggunakan motor.Biasanya sebelum anak ke-3 lahir saya selalu rutin jalan-jalan kekampung yang lokasinya dekat dengan perumahan saya dan ketika melewati area persawahan biasanya saya berhenti sejenak untuk memandangi pemandangan yang sudah sangat jarang ditemukan didaerah sepadat seperti Bekasi.Baca juga : Rute Mudah ke Bekasi dari Jawa Tengah

Kemarin sehabis dari Kantor Pos untuk mencairkan gaji adsense saya menyempatkan diri untuk mampir melewati perkampungan kebetulan anak saya ikut dan anak saya sangat senang jika diajak melewati perkampungan apalagi jika pas musim rambutan dimana-mana ada rambutan yang menggugah selera.Seperti biasanya saya melewati area persawahan yang ada dikampung tersebut namun ada pemandangan yang membuat saya sedih ternyata sebagian sawah yang biasa saya lihat sudah berubah menjadi area perumahan.

Perumahan Bekasi
Sawah yang masih tersisa

Perumahan Bekasi
Sawah sedang diratakan dengan tanah

Saya tahu karena sawah tersebut ditinggikan dengan tanah ada beberapa truk tanah besar disitu yang siap memuntahkan tanahnya.Saya juga melihat buldozer sedang meratakan tanahnya.Saya langsung menebak ini pasti akan dibuat perumahan karena memang disektiar areea persawahan  tersebut sudah berdiri beberapa perumahan.Hal seperti ini sudah wajar terjadi diperkotaan dimana rumah menjadi kebutuhan pokok apalagi Bekasi banyak berdiri kawasan industri otomatis kebutuhan akan rumah juga semakin tinggi.

Saya hanya bisa membayangkan bagaimana nasib petani yang punya sawah tadi tentunya pensiun jadi petani karena untuk membeli sawah lagi tentunya agak susah beda jika dikampung.Bagaimana jika semua sawah di Bekasi menjadi kawasan perumahan semua? Sudah bisa ditebak tentunya produksi padi dari daerah Bekasi semakin berkurang ujung-ujungnya akan mengambil pasokan dari daerah lain.Saya jadi mengerti kenapa sekarang harga beras di Bekasi khususnya di Tambun tak kunjung turun padahal ditahun-tahun sebelumnya kadang naik kemudian turun lagi mungkin disebabkan produksi beras dari Bekasi yang semakin berkurang.

Kok saya jadi memikirkan beras biarlah itu bukan urusan saya namun yang pasti saya tidak bisa menikmati pemandangan sawah lagi hanya tinggal cerita bahwa disitu tadinya ada sawah yang cukup luas.

This post have 6 komentar

avatar
Isrofi Achmad delete February 24, 2016 at 10:42 PM

Wah bisa gawat bila petani pensiun menjadi petani mas, bisa-bisa harga beras semakin membumbung tinggi, gara-gara beras import. :)

Reply
avatar
Dwi Sugiarto delete February 25, 2016 at 6:11 AM

memang sudah kejadian mas harga beras sekarang mahal

Reply
avatar
Patrick Prasetyo delete February 25, 2016 at 8:27 AM

Sawah mulai sirna nih, dulu daerah saya juga masih banyak sawah, saat masuk masa tanam itu seneng ngelihatnya tapi sekarang udah jadi Rumah.

Reply
avatar
Dwi Sugiarto delete February 25, 2016 at 9:00 AM

Miris memang mas dulu negara kita dikenal sebagai penghasil beras nyatanya sekarang sudah mulai impor

Reply
avatar
Hendra Suhendra delete February 26, 2016 at 3:31 PM

Wah, sebenarnya area sawah itu bagus juga untuk resapan air dan menyerap udara panas ya mas Dwi, makanya jangan heran sekarang hujan dikit aja langsung banjir... Tapi namanya bisnis property ya susah juga, mau gimana lagi

Reply
avatar
Dwi Sugiarto delete February 26, 2016 at 7:39 PM

Ya begitulah resikonya kalau banyak perumahan resapannya jadi berkurang jadi gampang banjir deh

Reply

Dilarang nyepam ! Apalagi menyelipkan URL (Hidup/Mati) atau promosi dikolom komentar ! Mau Promo Silahkan Pasang Iklan
EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement