Friday, September 23, 2016

Anak Berselisih Haruskah Orang Tua Ikut Campur?

author photo
Anak Berselisih Haruskah Orang Tua Ikut Campur?-Halo pengunjung setia blog mediakompilasi.com...namanya juga anak-anak sangat identik dengan kegiatan bermain baik sendirian atau bersama teman-temannya.Sebagian orang tua tentunya anda akan merasa senang jika anak anda bermain bersama teman-temannya karena anak bisa belajar berinteraksi dengan teman-temannya.

Anak berselisih
Anak kecil rentan ribut
Namun apa jadinya jika anak ketika bermain kemudian berselisih atau berantem dengan temannya? sebagai orang tua pasti anda akan berusaha mendamaikannya.Tapi terkadang ada sebagian orang tua yang selalu ikut campur dalam menghadapi perselisihan anaknya dan parahnya lagi selalu membela anaknya tapi disisi lain menyalahkan anak orang lain bahkan sampai memarahi teman anaknya.

Coba tebak apa yang akan terjadi jika kejadiannya demikian? para orang tua jadi ikutan berselisih dan ujung-ujungnya tidak saling bertegur sapa.Hal ini tentunya bukanlah keadaan yang baik,masa iya dengan tetangga ribut hanya gara-gara masalah anak! Faktanya kejadian semacam itu seringkali terjadi dimasyarakat contohnya seperti kejadian yang menimpa kakak ipar saya yang berselisih dengan tetangga dekatnya gara-gara masalah anak.

Kejadian itu bermula dari kegiatan bermain bersama antara anak kakak ipar saya yang baru kelas 2 SD dengan teman-temannya dirumah kakak ipar namun entah mengapa salah satu temannya ada yang menangis,Tahu sendiri namanya juga anak-anak kadang saling ejek atau iseng.Anehnya ibu dari Sianak yang menangis ini tak terima anaknya diisengi dan yang menjadi sasaran kemarahan adalah anak dari kakak ipar karena kebetulan badannya paling besar,keponakan saya dimarahi padahal didalam rumah ada kakak ipar saya dan kakak saya membiarkan saja tidak mau ikut campur.
Baca juga : Perbedaan Mental Siswa Jaman Dulu dan Sekarang

Keesokan harinya ketika keponakan saya mau berangkat sekolah menggunakan mobil jemputan sekolah dan ketemu dengan ibu dari sianak yang kemarin menangis.Tanpa disangka-sangka ibu itu memarahi keponakan saya lagi didepan teman-teman yang naik mobil jemputan sekolah dan kebetulan kakak ipar saya masih ada dirumah belum berangkat kerja sehingga melihat sendiri anaknya dimarahi lagi oleh ibu tadi.

Sontak saja kakak ipar saya tidak tinggal diam Siibu tadi diomeli habis-habisan apalagi sesama wanita,kakak ipar saya menganggap ibu tadi sudah berlebihan kemarin sudah memarahi eh sekarang memarahi lagi didepan orang lain lagi dan kesalahan bukan semata-mata karena anak dari kakak ipar saya wajarlah namanya anak saling ledek.

Sudah bisa ditebak sejak kejadian itu hubungan antara kakak ipar saya dengan Siibu tadi yang kebetulan tetangga dekat.Kakak ipar saya sudah malas berhubungan dengan ibu tadi takutnya malah jadi panjang gara-gara masalah sepele.

Dari kejadian tersebut saya bisa menyimpulkan sebagai orang tua harus bijak menghadapi perselisihan anak dengan temannya cukuplah diberi nasihat yang baik-baik tanpa kekerasan jika memang temannya nakal atau iseng atau lebih bagus lagi jika memang kenakalan anaknya sudah terlalu segera hubungi orang tuanya secara baik-baik.Jangan sampai sebagai orang tua sedikit-sedikit ikut campur tangan urusan anak-anak,namanya juga anak-anak pemikirannya belum seperti orang dewasa,Lucu bukan kalau anda mengangap anak-anak seperti orang dewasa atau adu mulut dengan anak-anak?

Bagaimana menurut pendapat anda haruskah orang tua ikut campur ketika anak berselisih dengan tamannya? Sampaikan pendapat anda disini.

This post have 9 komentar

avatar
ikhsan maulana delete September 23, 2016 at 11:25 AM

di daerah sering tuh mas, karna rumah saya deket dengan sekolah TK.
kalo menurut saya sih kalo anak anak berantem ya wajar, namanya juga anak, seharusnya si ibu jangan ikut campur, tapi si ibu harus bilangin ke anaknya atau di didik supaya lebih baik lagi

Reply
avatar
Dwi Sugiarto delete September 23, 2016 at 11:51 AM

Dikota juga sama saja mas sudah umum anak anak berantem tinggal gimana ortu menyikapinya kaslo emosi ya repot

Reply
avatar
Mas Poniran delete September 26, 2016 at 9:51 AM

kalo saya lebih sering membiarkannya mas, namanya juga anak-anak sekarang berantem, nanti gak lama main bareng lagi

Reply
avatar
Hendra Suhendra delete September 26, 2016 at 7:02 PM

Menurut saya peran orang tua hanya sebatas mengingatkan bila terjadi perselisihan atau berantem atau iseng antar anak ketika bermain. Jadi intinya orang tua sebagai tim penengah atau wasit. Kalau pun memang ada yang salah, ya tegur si anak dengan cara yang baik dan nasehati dong.. Meskipun itu anak kita sendiri. Jadi peran orang tua tetap perlu...

Reply
avatar
Dwi Sugiarto delete September 26, 2016 at 7:22 PM

Harusnya begitu mas keculai kalau nakalnya sudah membahayakan barulah ikut campur tangan tentu dengan bijak bukan emosi

Reply
avatar
Effendi Nurdiaman delete September 27, 2016 at 11:23 AM

Menurut saya juga begitu mas orang tua jangan ikut campur agar tidak panjang urusannya, sebagai orang tua harus nya memisahkan saja jangan sampai kelewatan yh

Reply
avatar
Dedy Akas delete September 28, 2016 at 12:35 PM

Iya benar Mas... harus ditanggapi dengan bijak, menjadi penengahh dan menasehati jauh lebih baik, dari pada sebaliknya...

Reply
avatar
Retno Kusumawardani delete September 28, 2016 at 9:43 PM

ya gitu deh... kalau anaknya berselisih lalu orang tuanya ikut-ikutan... biasanya anaknya udah akur, udah ketawa-ketiwi bareng eh ortunya masih marahan...eh saya ga pernah lho ya,,,

Reply
avatar
arlex amanca delete April 16, 2017 at 12:31 AM

Namanya juga anak2 saya antara setuju dan ga sependapat kata2 "namanya juga anak2".TERGANTUNG ORANGTUA MENDIDIK ANAK MEMANTAU ANAK GIMANA DULU???anak jaman sekarang mungkin ada yg masih bener2 lugu (berbicara jujur apa adanya)dan ada anak kecil yg menutupi kenakalannya dihadapan orangtuanya sendiri karena ketakutan sama orangtuanya bila dia dimarahin dan mirisnya orangtuanya percaya aja sama apa yg dilakukan anaknya.saya contohkan kejadian anak saya aja waktu TK,temen2nya tau semua bahwa anak saya dijorokin sama si "A" mending dijorokin ga apa2 atau jatuh.ini anak saya jatuh kena batu bibir pecah darah keluar trs,kaki kanan memar.singkat cerita ibu si"A" ditegur gurunya dan dia juga minta maaf ke saya.ada kata2 "namanya juga anak2 yaa buu".yaa maaf yaa bu si "A" anak saya tadi saya tanya2 bilangnya ga sengaja???saya yakin PASTI ibu si "A" percaya aja dengan omongan anaknya sendiri.ga sengaja kok sampai babak belur anak saya jatuhnya ,bahkan keluar darah ga berhenti dimulutnya+kaki memar2.jadi intinya ga sepaham aja kalau dibilang "namanya juga anak2".sekarang kalau saya balik kalau anak ibu/bapak kaya gtu saya jawab "namanya juga anak2" apa pada terima????pada intinya yaa itu tadi pantau anak bila maen dan ajarin anak selalu berbuat baik sama temen2nya.dan jangan mudah percaya apa yg diomongin sama anak kita sendiri...anak itu lugu pasti ngomongnya jujur...belum tentu juga pak buu???...sapa tau sianak cuma takut nantinya kalau diomel2in orangtuanya kalau dia nakal diluar sana.kembali lagi TERGANTUNG ORANGTUA cara mendidik anaknya seperti apa.makasih

Reply

Dilarang nyepam ! Apalagi menyelipkan URL (Hidup/Mati) atau promosi dikolom komentar ! Mau Promo Silahkan Pasang Iklan
EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement