Skip to main content

Pengalaman Ketiduran Saat Mudik Lebaran

Ketiduran saat sedang beraktifitas merupakan sesuatu yang wajar apalagi kondisi tubuh sedang kecapaian atau sehabis bergadang tapi bagaimana jadinya jika sedang mudik lebaran menggunakan bus umum tapi ketiduran?Pengalaman saya ketiduran berikut ini bisa menjadi pelajaran agar hati hati saat mudik lebaran menggunakan bus umum.Saya lupa tahun berapa kejadiannya namun yang pasti saya masih ingat betul peristiwa tersebut.Mudik lebaran merupakan tradisi yang rutin saya lakukan kebetulan daerah asal dari Tegal Jawa Tengah.Sudah menjadi kebiasaan setiap mudik lebaran saya menggunakan jasa transportasi dari sebuah Perusahaan Otobus ternama karena pelayanannya yang baik waktu itu saya naik dari terminal Bekasi.Saya memilih mudik dimalam hari dan waktu itu saya mudik sendiri singkat cerita bus kemudian mulai berangkat menuju ke Tegal.

Mudik Lebaran Ketiduran
Foto Ilustrasi

Seperti biasanya setiap perjalanan ke Tegal bus istirahat terlebih dahulu disebuah rumah makan ketika sampai didaerah sukamandi Subang Jawa Barat.Waktu istirahat biasanya digunakan untuk makan atau ketoilet.Setelah istrihat bus kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan namun baru beberapa menit bus melaju kejadian yang tidak diinginkan terjadi bus yang saya naiki mengalami kecelakaan lalu lintas bus bertabrakan dengan sebuah minibus.Saya masih ingat kejadiannya mobil minibus hendak menyalip namun dari arah berlawanan mucul bus yang saya tumpangi tabrakanpun tak terhindarkan untungnya saya berada dibangku paling belakang dan supir bus sempat mengerem sehingga meski terjadi benturan namun efek kebus tidak terlalu parah walupun mobil minibus rusak parah.

Dari sinilah masalah itu mulai muncul karena bus mengalami kecelakaan sudah pasti bus tidak bisa melanjutkan perjalanan karena harus berurusan dengan pihak berwajib.Semua penumpang dialihkan ke bus lain kebetulan Perusahaan Otobus armadanya banyak sehingga bisa dengan mudah minta bantuan untuk mengangkut penumpang.Masalahnya bus yang yang akan mengangkut penumpang dalam kondisi penuh semua karena rata-rata berangkat dari terminal-terminal,terpaksa penumpang yang kurang beruntung harus berdiri dibus saya termasuk yang berdiri.Saya mulai berdiri dari daerah Subang sampai ke Tegal jaraknya bisa lebih dari ratusan kilometer bisa dibayangkan betapa lelahnya saya pada waktu itu.

Tak disangka-sangka ketika bus hendak sampai ketujuan kurang lebih 10 km lagi ada penumpang turun saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk duduk karena kaki sudah terasa pegal kelamaan berdiri.Beberapa saat setelah saya duduk rasa kantuk tak bisa saya tahan sehingga saya ketiduran namun jarak 10 km untuk sebuah bus malam hanya butuh waktu beberapa menit sudah sampai karena rata-rata kecepatannya kencang dan kejadian yang tidak saya inginkan terjadi ketika sudah sampai tujuan saya masih tertidur.Ketika saya terbangun saya kaget ketika melihat kesamping saya merasa daerahnya asing bagi saya saya menduga saya sudah kebablasan dan benar saja ketika saya melihat papan nama yang ada dijalan-jalan daerahnya ternyata sudah jauh dari tujuan saya.

Tadinya saya mau langsung minta berhenti saja tapi saya teringat kalau saya turun mau pulang naik apa karena waktu itu baru jam 03.30 mengerikan juga didaerah orang sendirian.Akhirnya saya memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan sampai ketujuan akhir bus tersebut yaitu sampai ke Purwokerto petimbangannnya sampai kesana mungkin sudah pagi dan diterminal lebih aman.Namun rencana itu berubah ketika bus memasuki daerah Bumiayu waktu itu belum ada jalan lingkar sehingga bus melewati pasar Bumiayau dan ternyata pasar tersebut buka 24 jam akhirnya saya turun pasar tersebut karena saya pikir aman dan banyak orang.

Waktu itu baru jam 04.00 praktis belum ada angkutan umum yang menuju ke Tegal akhirnya saya menunggu didepan sebuah warung sate sampai ada angkutan yang datang.Akhirnya pada jam 05.00 Angkutan yang ditunggu-tunggu datang yaitu sebuah bus antar kota langsung saya naik sekitar 1 jam perjalanan akhirnya saya bisa selamat sampai tujuan Alhamdulillah.Itulah pengalaman saya ketiduran saat mudik lebaran yang masih saya ingat sampai sekarang bahkan jika sedang mudik saya takut tidur jika sudah mau sampai ketujuan saya selalu pindah kursi ke dekat supir dan selalu bilang dulu kekru bus kalau mau turun.Mudah-mudahan pengalamn ini bemanfaat khusunya bagi yang mau mudik lebaran terima kasih sudah berkunjung.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar