Senin, 25 April 2016

Buang Sampah Juga Perlu Bayar

author photo
Buang Sampah Juga Perlu Bayar-Hidup dizaman sekarang semuanya serba bayar bahkan walaupun cuma sekedar buang sampah.Tidak percaya? Diperumahan saya tinggal dikelurahan Sumberjaya Bekasi sampah menjadi masalah tersendiri karena rata-rata warga perumahan membuang sampah ditempat sampah didepan rumah masing-masing dan semakin lama tentu semakin menumpuk apalagi jika pemilik rumah merupakan pebisnis makanan misalnya tukang nasi uduk,tukang gorengan,rumah makan sampahnya tambah banyak.

Mobil Sampah
Sampah sedang diangkut

Jika kemudian sampah tersebut tidak dipindahkan kepenampungan sementara tentu lama kelamaan akan menumpuk melebihi kapasitas tempat sampah yang rata-rata berukuran kecil.Dampak yang paling terasa jika sampahnya menumpuk adalah bau yang kurang sedap sehingga mengundang datangnya lalat serta terkesan kumuh.Untuk mengatasi permasalahan sampah ini pihak RT berinisiatif untuk memakai jasa pembuangan sampah yang dikelola swasta.

Armada yang digunakan biasanya mobil bak terbuka.Mobil sampah ini berkeliling keperumahan untuk mengangkut sampah dari rumah-rumah warga setiap beberapa hari sekali yang kemudian dibuang ketempat penampungan sampah.Wajar saja jika kemudian setiap RT memungut iuran bulanan yang salah satunya digunakan untuk membayar jasa pembuangan sampah.Besarnya iuran merupakan kesepakatan warga melalui rapat ditempat saya iuran bulanannya Rp.25.000 /KK.

Meskipun ada mobil pengangkut sampah namun karena datangnya tidak tiap hari terkadang ada sebagian warga yang kurang sabar dan lebih memilih untuk membakar sampah inilah yang justru menimbulkan masalah baru karena asap pembakaran sampah kurang baik bagi kesehatan.Pernah tetangga saya berantem gara-gara masalah sampah yang dibakar.Namun karena hanya itu cara cepat untuk menghilangkan sampah sampai sekarang masih banyak warga yang lebih memilih membakar sampah.

Bagi warga yang tidak mau ribut lebih memilih membiarkan tetangganya membakar sampah walaupun sebenarnya cukup mengganggu asap bisa masuk kedalam rumah ditambah lagi tidak ada larangan dari pihak RT/RW untuk membakar sampah menjadikan budaya bakar sampah masih tetap berlangsung.Padahal jika semua masyarakat menyadari bahayanya bakar sampah terutama dari sisi kesehatan saya yakin mereka tidak melakukannya apalagi sudah ada mobil pengangkut sampah dan tiap bulan sudah bayar iuran sampah kenapa harus repot-repot membakar sampah?

Bagaimana ditempat anda apakah perlu bayar untuk membuang sampah?

This post have 18 komentar

avatar
Anonim delete 25 April 2016 09.50

Kalo ditempat saya karena masih desa jadi nggak harus bayar mas. Cukup buat tempat penampungan sendiri aja berupa lubang besar. Terus kalo udah banyak baru ditimbun sampahnya itu. Lumayan bisa dijadiin kompos yang diatasnya ditanam singkong hehe

Reply
avatar
Dwi Sugiarto delete 25 April 2016 10.01

Enak dong mas.Padahal kalau warga mau mengolah sampah menjadi kompos atau daur ulang sampah jumlahnya bisa ditekan sayangnya sarananya kurang memadai

Reply
avatar
Kang Nurul Iman delete 25 April 2016 10.05

Wah iya mas sama seperti ditempat saya harus bayar juga tapi perbulan bayarnya dan kalau menurut saya sih terjangkau dan juga sangat bermanfaat kan kalau tidak diangkut nanti sampahnya akan dibuang sembarangan dan sedangkan kalau diangkut pasti pembuangan sampahnya juga akan pada tempatnya.

Reply
avatar
Dwi Sugiarto delete 25 April 2016 10.38

Memang cukup membantu mas walaupun tidak tipa hari diangkut setidaknya tidak terlalu menumpuk

Reply
avatar
Indra Kusuma Sejati delete 25 April 2016 13.53

Untuk bayar iuran sampah untuk kepentingan bersama biasanya di tempat saya selalu di musyawarahkan kang, karena ada beberapa faktor, dari pengumpulan hingga pengangkutan menuju ke lokasi pembuangannya.

Reply
avatar
Dwi Sugiarto delete 25 April 2016 14.28

Sebaiknya memang RT memusyawarahkan dulu biar nggak salah sangka

Reply
avatar
Iman Lukman NulHakim delete 25 April 2016 15.07

Zaman sekarang tidak ada yang gratisan kang semuanya harus bayar, sampah di kampung saya juga di angkut setiap 1 minggu sekali dan itu juga harus bayar kang ..

Reply
avatar
Dwi Sugiarto delete 25 April 2016 16.16

Iya mas itu baru sampah belum lain lain pokoknya harus punya uang lebih

Reply
avatar
Maman Achman delete 25 April 2016 18.36

Kalau saya lebih suka buang sampah sendiri ke TPS, kebetulan deket rumah jadi gak bayar mas, hehe...

Reply
avatar
Dwi Sugiarto delete 25 April 2016 19.08

Enak nggak enak dong mas rumahnya dekat TPS

Reply
avatar
Dedy Akas delete 26 April 2016 11.59

Dulu di tempat saya juga harus bayar Mas... Ada retribusinya untuk per bulan... namun sekarang sudah jarang nyimak...
Sampah yang ada kebanyakan dibakar... walaupun beberapa harus diangkut melalui mobil truk sampah...
Salam,

Reply
avatar
rahayu pawitri delete 26 April 2016 14.38

resiko hidup di perumahan pak Dwi. Andai ada gerakan membuat kompos dari sampah basah ya, Pak, kemungkinan tidak perlu bkar-bakar lagi, karena sampah yang ada kan tinggal sampah kering yang biasanya tidak berbau

Reply
avatar
Dwi Sugiarto delete 26 April 2016 15.38

Waduh...polusi udara dong mas

Reply
avatar
Dwi Sugiarto delete 26 April 2016 15.46

Harusnya pemerintah mensosialisasikan pembuatan kompos ini karena bisa mengurangi sampah bahkan bermanfaat

Reply
avatar
Mas Poniran delete 27 April 2016 09.21

Ditempat saya meskipun didaerah pedesaan juga bayar mas setiap bulannya kalo tidak salah Rp 7000

Reply
avatar
Dwi Sugiarto delete 27 April 2016 10.09

Berarti sudah umum ya mas dikota maupun didesa mungkin karena terbatasnya TPS

Reply
avatar
Effendi Nurdiaman delete 4 Mei 2016 21.04

Di kampung saya juga harus bayar pada petugas yang suka keliling pakai truk sampah yg warna kuning mas. mungkin sekarang gak ada lagi yang gratis di dunia ini mas :)

Reply
avatar
Dwi Sugiarto delete 5 Mei 2016 05.53

lha mobil dinas juga bayar juga? saya pikir gratis

Reply

Dilarang nyepam ! Apalagi menyelipkan URL (Hidup/Mati) atau promosi dikolom komentar ! Mau Promo Silahkan Pasang Iklan
EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement