Skip to main content

Sistem Rombongan Belajar Meningkatkan Daya Tampung Sekolah Negeri

Rombongan Belajar

MEDIAKOMPILASI.COM
– Ada yang bilang kalau masuk sekolah Negeri itu susah, Benarkah demikian? Hal ini bisa jadi benar adanya jika memang kuota siswa yang ada tidak sebanding dengan jumlah pendaftar, mau tak mau sekolahpun harus menyeleksi. Kemungkinan ditolak masuk sekolah negeri semakin besar jika lokasi rumahnya jauh dengan sekolah karena saat ini pemerintah menerapkan sistem Zonasi dalam PPDB Sekolah.


Untuk sekolah setingkat SMU/SMK mungkin jika tidak diterima disekolah negeri tidak begitu memberatkan siswa karena memang sekolah SMU/SMK Negeri tidak gratis jadi bisa kesekolah Swasta. Tapi untuk SD dan SMP Negeri pemerintah menggratiskan biaya sekolah sehingga kalau tidak diterima disekolah Negeri, orang tua harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mendaftakan anaknya ke sekolah Swasta.

Baca Juga : Jam Ideal Belajar Siswa Disekolah

Bagi orang tua yang ekonominya pas-pasan tentu bersekolah disekolah Swasta bukan pilihan yang tepat jika dipaksakan bisa berhenti ditengah jalan jadi orang tua berharap bisa menyekolahkan anaknya diSD/SMP Negeri.

Pemerintah sendiri sudah mengantisipasi hal ini salah satu caranya adalah dengan menerapkan sistem rombongan belajar. Dengan sistem ini maka sekolah bisa menampung banyak siswa sebagai contoh di SD Negeri Sukaragam 3 Serang Baru Bekasi untuk tahun Ajaran 2019-2020 mampu menampung sekitar 150 Siswa padahal hanya ada 2 ruang kelas yang tersedia.

Mungkin Anda bertanya Bagaimana mungkin 2 kelas mampu menampung 150 siswa? Nah…itulah manfaat sistem Rombongan belajar. Jadi dari 150 siswa ini terbagi menjadi 2 rombongan belajar pertama jam belajar dari pukul 07.30 – 9.15 kedua mulai dari Jam 10.45- 11.15 jadi setiap kelas hanya menampung sekitar 37 siswa. Dari 150 siswa dibagi menjadi 4 kelas yaitu 1A, 1B, 1C dan 1D. Dalam 1 rombongan belajar ada 2 kelas misalnya masuk pagi kelas 1A dan 1B siangnya 1C dan 1D.

Dengan sistem Rombongan belajar ini tentunya akan meningkatkan daya tampung sekolah Negeri khususnya disekolah SD/SMP Negeri sehingga turut menyukseskan Program pendidikan dasar Wajib 9 tahun karena tidak ada alasan lagi bagi orangtua untuk tidak menyekolahkan anaknya. Hanya saja konsekuensinya memang pemerintah harus menambah tenaga pengajar.

Kebijakan ini memang bagus namun tetap saja ada masalah misalnya saja jika jumlah pendaftarnya melebihi kuota yang ada sehingga ada yang tidak diterima. Berdasarkan pengalaman saya sebenarnya ada solusinya yaitu mendaftarkan kesekolah Negeri lain yang kuotanya masih tersisa karena mungkin sepi peminat walaupun mungkin lokasinya agak jauh dari rumah.

Semoga saja dengan sistem Rombongan Belajar ini semakin banyak warga Negara yang bisa menikmati Pendidikan Dasar Gratis sehingga semakin berkurang angka anak yang putus sekolah.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar