Skip to main content

Pengalaman Ikut Pelatihan Kerja DiDepnaker

Pelatihan Kerja

MEDIAKOMPILASI.COM – Ditengah kesulitan ekonomi yang menimpa masyarakat akibat wabah covid 19 ada kabar baik khususnya bagi angkatan kerja atau korban PHK yaitu dengan dibukanya pendaftaran kartu Prakerja gelombang 1. Benefit yang akan didapatkan cukup menggiurkan yaitu Insentif senilai 3,55 juta.

Bisa jadi karena melihat nominalnya Masyarakatpun berbondong-bondong mendaftar namun karena diseleksi tidak semua pendaftar bisa langsung lolos. Masyarakat perlu mengerti bahwa benefit itu untuk biaya pelatihan Rp 1 juta dan insentif pasca-pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan (untuk empat bulan). Tercatat 5,96 juta sudah mendaftar  dan memang semua warga negara yang berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang sekolah atau kuliah boleh mendaftar

Jadi jelas sudah bagi pendaftar Kartu prakerja dan lolos seleksi bukan berarti menerima uang tunai sebesar 3,5 juta dari pemerintah. Namun pada intinya peserta akan diberi pelatihan kerja sehingga nantinya setelah ikut pelatihan bisa bekerja atau membuka usaha sendiri.

Ngomong-Ngomong Masalah Pelatihan kerja ini saya punya pengalaman mengikuti pelatihan kerja semacam itu bahkan bukan secara online tapi tatap langsung dengan pembimbingnya seperti sekolah. Tempat pelatihannya juga bukan kaleng-kaleng tapi di Balai Latihan kerja Depnaker dan tidak gratis. Saya mengambil Jurusan bengkel elektronika. Ada jurusan lain seperti perkantoran, otomotif, Bubut, pertukangan atau mengukir.

Jujur saja saya merasakan manfaat dari pelatihan tersebut setidaknya setelah saya mengikuti pelatihan selama 3 bulan penuh, saya bisa memperbaiki peralatan elektronika yang rusak meski kerusakannya ringan. Kesempatan untuk magang keluar negeri juga terbuka lebar. Namun waktu itu memilih untuk mencari kerja ke Bekasi siapa tahu dengan sertifikat pelatihan tersebut saya bisa mendapatkan kerja.
Namun nyatanya saya tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang saya. Kesempatan untuk buka usaha sendiri sebenarnya terbuka lebar hanya saja karena kemampuan dalam meperbaiki peralatan elektronika masih minim dan modal untuk membuka usaha tersebut tidak kecil akhirnya saya malah memilih bekerja dibidang yang tidak ada hubungannya dengan keahlian saya.

Sayapun bertanya tanya bagimana dengan pelatihan kerja secara online yang nantinya diikuti peserta kartu prakerja? Belajar secara online bukan perkara mudah butuh kedisiplinan beda dengan pelatihan langsung mau tak mau harus menyimak.

Iyalah misalkan peserta bisa mengikuti materi dari pelatihan tersebut, pertanyaannya kemudian apakah nantinya bisa bekerja disaat banyak perusahaan yang mem PHK karyawannya?. Rasanya berat jika peserta pelatihan diarahkan untuk membuka usaha sendiri dengan hanya bermodalkan pelatihan secara online tersebut? Semoga saja pihak terkait memikirkan hal tersebut!
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar